Gadis Penarik Perhatian
Gadis itu tertawa ngakak.
Suaranya khas. Suara itu yang kadang membuat teman-teman gurunya senewen. “Ah,
dulu ibumu ngidam burung kutilang, ya, “tanya gurunya.
Wow, enak saja Bapak bilang,
nggak Pak. Yang benar burung kuntul, “timpal Salsa sambil meringkikkan tertawa
khasnya. Memang Salsa dikenal sebagai siswa yang humoris namun pintar. Dia
memiliki ketawa yang sangat khas, sekali dia tertawa teman satu kelasnya ikut
tertawa karena mendengar ketawa dari salsa.
Pada suatu hari, dipagi yang
cukup cerah, Salsa mendapatkan tugas piket kelas yang mengharuskan dia
berangkat lebih awal. Dia berangkat sekolah menggunakan angkutan umum, saat
diperjalanan tiba-tiba sopir angkut menginjak rem dengan sangat mendadak yang
membuat penumpang didalamnya kadet dan bahkan ada yang terjatuh. Salsa melihat
ada anak kecil yang jatuh hingga mencium nenek-nenek didekatnya, tanpa malu
Salsa tertawa dengan suara khasnya itu yang membuat heran seisi angkutan
tersebut. Mungkin dibatin penumpang mengatakan.
“Gadis secantik itu tertawanya
seperti seorang laki-laki...,”
Sesampainya di sekolah Salsa
langsung mengerjakan tugas piketnya. Seharusnya dia ditemani oleh beberapa
temannya yang juga kejatah tugas piket. Namun, karena hari itu terdapat tugas
matematika dijam pertama dan banyak teman-teman Salsa yang belum mengerjakan
membuat dia harus mengerjakan tugas piketnya sendiri. Dia sangat santai akan
tugas matematikanya karena dia telah mengerjakan di rumah.
Salsa rajin mengerjakan tugas
karena pernah menapat pengalaman tidak pernah
mengerjakan tugas dan dimarahi oleh gurunya habis-habisan dan mendapat
nilai kurang itulah akibat yang membuat ia mulai sadar jika tidak mengerjakan
tugas nilainya akan jelek
Salsa mulai sekarang sangat rajin
jika ada tugas sekolah, dia juga mendapat peringkat satu selama tiga tahun
sekolah di SMAN Nusa Bangsa 2. Karena sifat humoris dan rajinnya dia, Salsa
sangat disayangi oleh guru-guru dan teman-temannya.




